“Segala
puji bagi Allah, shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah, shallallahi
‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Semoga Allah meridhoi
pemimpin-pemimpin kami, Abu
Bakar, Umar, Utsman dan ‘Ali serta sahabat seluruhnya, tabi’in dan atba’uttabi’in
sampai hari kiamat.
Berpegang
teguhlah kalian kepada tali Allah dan janganlah bercerai-berai
Yang
mulia presiden Mahmoud Ahmadi Nejad, presiden republik Islam Iran. Para
petinggi yang memiliki kehormatan, para raja dan presiden.
Kita
berkumpul pada hari ini, pada satu momen penting dalam sejarah kontemporer
setelah revolusi Mesir, setelah revolusi damai rakyat Mesir yang permulaan
beberapa tahun sebelumnya akan tetapi dia mengkristal pada tahun kemarin pada
25 Januari 2011, dimana kaum muslimin bergerak di atas hati yang satu untuk
merubah rezim yang menindas mereka dan tidak bertindak untuk kepentingan
rakyat. Kaum muslimin mampu, dengan karunia Allah kemudian dengan solidaritas
mereka, melewati fase transisi yang sulit. Revolusi Mesir pada tanggal 25
Januari berperan sebagai peluru bagi revolusi Arab. Dimana pada hari-hari
sebelumnya revolusi Tunis, kemudian bertolak dari situ menuju revolusi Libiya
dan Yaman. Dan sekarang revolusi Suriah melawan rezim yang zalim yang berkuasa
disana.
Revolusi
Mesir telah berhasil dalam merealisasikan target politiknya dalam perpindahan
otoritasnya sekarang kepada otoritas rakyat yang sesungguhnya yang terlaksana
pemilunya dari kemauan rakyat. Sekarang Mesir adalah Negara sipil semata-mata.
Hadirin
sekalian
Kita
semua sekarang ini berada di hadapan tantangan yang kompleks yang dihadapi
Negara-negara kami anggota non-blok dalam masalah bangsa Palestina dan Suriah
menetang kezaliman dihadapan mereka dengan gagah berani menuntut kemerdekaan,
keadilan dan kemuliaan manusiawi. Kita juga bertekad untuk menjadi aktor dalam
sistem internasional dan administrasinya.
Sesungguhnya
permasalahan baru setelah revolusi Mesir adalah mencari sistem global yang adil
yang mengeluarkan Negara berkembang dari zona kemiskinan, ketergantungan dan
marjinal menuju zona tenang, kepemimpinan, kuat dan turut berpartisipasi dalam
urusan global yaitu perkara yang tidak terealisasikan tanpa sampai pada
pendirian internasional karena perlunya menerapkan prinsip-prinsip
demokrasi dalam sistem internsional.
Karena Mesir percaya pilar utama untuk sistem internasional yang adil yang baru
yang kami inginkan terletak pada pondasinya meningkatkan kontribusi
Negara-negara berkembang dalam pengelolaan dan perbaikanlembaga pemerintah
global dengan memastikan partisipasi yang setara dalam pengambilan keputusan
dan perumusannya di kancah internasional baik politik, ekonomi dan sosial.
Mungkin
langkah pertama dalam merealisasikan tujuan ini adalah perbaikan dan perluasan
dewan keamanan secara komperhensif untuk menjadi representatif lebih dari
tatanan dunia yang ada di abad 21, dan juga paralel kita wajib mengaktifkan
peran majlis umum di PBB dan menambah kontribusinya dalam problematika
perdamaian dan kemanan internasional karena dia menjadi representasi dunia dan
bangsa.
Kami
telah menyaksikan beberapa bulan lalu beberapa contoh akan pentingnya
memberitahu perangkat ini untuk peran yang lebih aktif ketika dewan kemanan
tidak bisa berbuat dalam medatangkan solusi di berbagai krisis disebabkan hak
VETO yang menghalangi tercapainya solusi problem-problem tersebut dan barangkali yang terakhir yang masih
membuat hati kami terluka yaitu krisis Suriah.
Hadirin sekalian
Sesungguhnya
masalah Palestina, semenjak permulaan gerakan non-blok, menjadi prioritas utama
dan juga akan menjadi seperti itu hingga mendapatkan solusi dan komprehensif
segera membangun hak yang sah tidak tawar menawar untuk rakyat Palestina untuk
menetukan nasib dan keinginannya serta menegakkan negaranya yang merdeka dengen
keinginan seluruh rakyatnya di dalam dan di luar Palestina.
Pada
hari ini, saudara-saudara, kami dituntut untuk berdiri di samping hak ini dan
memenuhi dukungan politik serta dukungan-dukungan lain yang harus
direalisasikan untuk mengakui Negara Palestina masuk dalam Negara PBB seperti
Negara yang utuh keanggotaannya dan memperhatikan apa yang melanda bangsa,
khususnya para tawanan, yang berada dalam kondisi susah akibat penjajahan yang
bertentangan dengan semua norma-norma, prinsip-prinsip hukum internasional,
nilai-nilai kemanusiaan dan HAM serta merdeka di Negara mereka sendiri.
Oleh
karena itu Mesir akan mendukung setiap langkah Palestina di dewan umum untuk
bergabung dengan PBB jika presiden Palestina menginginkan itu. Dan kami akan
terus peduli untuk rekonsiliasi nasional Palestina dengan mendukung bersatunya
barisan Palestina.
Hadirin
sekalian
Sesungguhnya
solidaritas kami bersama pelawanan putra-putra Suriah melawan rezim Suriah,
melawan rezim penindas yang telah hilang keabsahannya adalah kewajiban moral
membutuhkan politik dan strategi. Tumbuh dalam keyakinan kami untuk masa depan Suriah merdeka. Maka disini
kami mengumumkan dukungan penuh tanpa ada kekurangan untuk perjuangan
murid-murid kebebasan di Suriah dan kami menerjemahkan simpati kami dalam
pandangan politik yng jelas mendukung peralihan damai untuk suatu sistem
pemerintahan yang demokratis yang mencerminkan keinginan rakyat Suriah dalam keadilan,
kemerdekaan dan persamaan.
Dan pada
waktu yang sama, Surah tidak mau masuk ke dalam perang saudara atau berdiam
dari bentrok sekte. Dari sinilah pentingnya menyatukan barisan perlawanan untuk
menjamin kepentingan semua spektrum Suriah tanpa membeda-bedakan dan
diskriminasi untuk menjaga persatuan dan keutuhan wilayah Negara ini untuk
bangsa Suriah tercinta. Dan Mesir sangat siap untuk bekerja sama kepada semua
pihak untuk menghentikan pertumpahan darah dan sepakat dalam opini prinsip
jelas yang akan berdiri diatasnya Suriah yang baru. Sebagai pelindung dari fase
berdarah dan kebangkitan yang dipersembahkan oleh setiap warga Suriah yang
tulus untuk Negara, bangsa dan sejarahnya. Dan sungguh Mesir telah membuat
inisiatif dalam konferensi Mekkah di akhir Ramadhan lalu dan mengajak
pihak-pihak pelaku untuk mengambil langkah konsekuen mewujudkan solusi yang
tepat untuk keluar dari bencana ini yang melanda bangsa Suriah. Sesungguhnya
pertumpahan darah yang terjadi di Suriah berada di leher-leher kami (tanggung
jawab kita) oleh karena itu kita harus menyadari bahwa darah ini dan penjaganya
tidak mungkin berhenti tanpa intervensi aktif dari kita semua untuk
menghentikan konflik berderah ini.
sumber: http://www.iswandibanna.com/2012/08/isi-pidato-presiden-mursi-kttnonblok.html








0 komentar:
Posting Komentar